Elmar

May the joy of Eid al-Fitr bring us together and make our bond stronger than ever. Happy Eid Mubarak!We will be out of office during Eid Holiday (21-26 April 2023) and we'll be back on April, 26th 2023.                                                                        

April 2025

How to Take Care of a Stay Permit for Investors to Support Your Business Operations

Investor stay permits are a crucial aspect of doing business in Indonesia, particularly for foreign investors. The government provides the Investor KITAS, which allows foreign investors to reside and run businesses legally in Indonesia. However, managing the process of obtaining an investor stay permit can be complex, with many requirements to fulfill.

To support you in handling investor stay permits, let’s explore the types of permits, the application process, the benefits involved, and practical tips to simplify the submission.


Why Are Investor Stay Permits Important?

Source : Pexels

A stay permit certifies that a foreign investor meets the legal requirements for temporary residency while conducting business activities in Indonesia. Key reasons for its importance include:

Legal Compliance
Foreign investors who conduct business without a valid stay permit are in violation of Indonesia’s immigration laws. A legal permit offers certainty and allows investors to focus on business development.

Regulatory Adherence
Indonesia enforces strict immigration rules for investors. Holding a stay permit signifies compliance and provides legal protection.

Recognition of Economic Contribution
Foreign investment contributes technology, employment, and economic development. The issuance of a stay permit is the government’s way of acknowledging this contribution to national growth.


Types of Investor Stay Permits

Source : Pexels

According to the Ministry of Immigration and Corrections, several types of investor stay permits are available based on the investor’s profile and business plan:

  • Limited Stay Visa for Foreign Direct Investment (E28):
    Allows business and investment activities, including holding a director or commissioner role. Valid for 2 years.
  • E28A Visa:
    Similar rights to E28, but requires proof of minimum IDR 10 billion in shareholding.
  • E28B Visa:
    For investors establishing a company. Valid for up to 5 or 10 years. Requires immigration guarantee and minimum investment of USD 2,500 (5-year) or USD 5,000 (10-year).
  • E28C Visa:
    For investments in public company shares, government bonds, or mutual funds. Valid for 5 or 10 years.
  • E28D Visa:
    For directors/commissioners of subsidiaries or branches in Indonesia. Requires minimum investment of USD 25,000 or USD 50,000, with a maximum stay of 5 or 10 years.
  • E28F Visa:
    Same as E28D, but the business is located in Indonesia’s new capital (IKN).
  • E28E Visa:
    For investors in Special Economic Zones. Requires minimum IDR 10 billion in shareholding, valid for 5 or 10 years.

Stay Permit Application Process

Source : Pexels

The process for acquiring an investor stay permit involves multiple steps and substantial documentation.

Prepare Documents from the Sponsoring Entity:
Including:

  • Company’s deed of incorporation and articles of association approved by the relevant ministry
  • Company NIB and business license
  • Company tax number (NPWP) and taxpayer status certificate (KSWP), business domicile certificate
  • Business activity report
  • Director’s ITAS and passport or local director’s ID
  • Local director’s NPWP and KSWP

Prepare Investor Documents:

  • Valid passport
  • Digital 4×6 photo
  • Vaccination record
  • Residential address
  • Scanned copy of current visa if applying domestically

Submit the Application:

  • Offshore process: If the investor is outside Indonesia, the application is submitted online.
  • Onshore process: With a letter of recommendation from BKPM, procedures are completed at the nearest immigration office.

Processing time averages around 4 weeks or more. Ensure all documents are complete and accurate for a smooth process.


Benefits of Obtaining a Stay Permit

Source : Pexels

In addition to legal protection, a valid investor stay permit offers the following advantages:

  • Freedom to Conduct Business Activities:
    Includes managing investments, company formation, and overseeing production operations.
  • Bringing Family Members:
    Investors can bring their families to reside in Indonesia, subject to immigration regulations.
  • Flexible Travel In and Out of Indonesia:
    As long as the Re-Entry Permit is valid, investors can travel without reapplying for a visa every time—ideal for business meetings, negotiations, and expansions.
  • Access to Public Services:
    Investor stay permits facilitate access to banking, travel, and even education services for family members—enhancing both operational and lifestyle quality while in Indonesia.

Tips for Managing Investor Stay Permits

While complex, the following tips can help ease the process:

  • Stay informed on the latest regulations, as immigration and investment rules can change.
  • Prepare complete and accurate documentation to expedite verification.
  • Follow the process step by step to avoid administrative delays.
  • Allocate sufficient budget and time to avoid disruption to core business operations.
  • Use the services of a trusted business consultant experienced in investor visa processing.

Possessing a valid investor stay permit is not just a legal obligation—it’s a strategic move that supports smooth business operations in Indonesia. It strengthens investor credibility and demonstrates a commitment to contributing positively to the national economy.

If you’re unsure where to begin, Elmar Consultant Business Indonesia offers professional assistance with investor stay permit applications. Get in touch now to receive expert support tailored to your investment needs!

How to Take Care of a Stay Permit for Investors to Support Your Business Operations Read More »

perjanjian pendirian usaha

Seberapa Penting Perjanjian Pendirian Usaha?

Mendirikan usaha bukan hanya soal modal dan strategi bisnis, tetapi juga tentang bagaimana melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat. Salah satu aspek penting yang sering diabaikan adalah perjanjian pendirian usaha. Tanpa adanya perjanjian yang jelas, potensi konflik bisa muncul, baik antara pendiri usaha, investor, maupun mitra bisnis lainnya.

Lantas, apa sebenarnya perjanjian pendirian bisnis dan mengapa ini sangat penting? Mari kita bahas selengkapnya dalam ulasan berikut ini!

Apa Itu Perjanjian Pendirian Usaha?

perjanjian pendirian usaha
Sumber : Envato

Perjanjian pendirian usaha adalah dokumen hukum yang mengatur hak, kewajiban, serta tanggung jawab para pihak dalam suatu bisnis. Perjanjian ini mencakup berbagai aspek, seperti:

  • Pembagian kepemilikan dan modal
  • Peran dan tanggung jawab masing-masing pihak
  • Mekanisme pengambilan keputusan
  • Ketentuan tentang keuntungan dan kerugian
  • Prosedur jika salah satu pihak ingin keluar dari bisnis

Dokumen ini berfungsi sebagai dasar hukum yang akan membantu menghindari sengketa di masa depan dan memberikan kepastian bagi semua pihak yang terlibat. Tanpa adanya perjanjian yang jelas, risiko konflik antara pendiri bisnis menjadi lebih tinggi. Karena itu, perjanjian ini berfungsi sebagai fondasi hukum dan operasional yang memastikan bisnis dapat berjalan dengan lancar dan minim sengketa.

Mengapa Perjanjian Pendirian Usaha Penting?

perjanjian pendirian usaha
Sumber : Envato

Bagi Anda yang berencana membangun bisnis atau usaha, penting untuk mempertimbangkan berbagai aspek perjanjian dalam usaha. Ada beberapa alasan mengapa hal ini penting:

  1. Mencegah Konflik di Masa Depan

Saat memulai usaha, hubungan antar pendiri biasanya masih harmonis. Namun, seiring waktu, perbedaan visi, strategi, atau masalah finansial bisa memicu konflik. Dengan adanya perjanjian pendirian bisnis, setiap keputusan dapat merujuk pada kesepakatan awal, sehingga konflik bisa diminimalkan.

  1. Memberikan Kepastian Hukum

Perjanjian ini memberikan perlindungan hukum bagi seluruh pihak. Jika ada ketidaksepakatan atau salah satu pihak melanggar kesepakatan, perjanjian tersebut dapat dijadikan dasar hukum untuk menyelesaikan masalah secara adil.

  1. Mengatur Pembagian Keuntungan dan Kerugian

Perjanjian pendirian bisnis memastikan bahwa setiap pihak memahami bagaimana keuntungan dan kerugian akan dibagi. Ini penting agar tidak ada kesalahpahaman yang dapat merugikan salah satu pihak di kemudian hari.

  1. Mempermudah Penarikan atau Pergantian Mitra

Dalam perjalanan bisnis, ada kemungkinan salah satu pendiri ingin keluar atau ada mitra baru yang ingin bergabung. Perjanjian ini mengatur mekanisme keluar-masuknya mitra bisnis agar tidak mengganggu kelangsungan usaha.

  1. Meningkatkan Kepercayaan Investor

Investor lebih tertarik untuk menanamkan modal pada bisnis yang memiliki perjanjian pendirian bisnis yang jelas. Dokumen ini menunjukkan bahwa bisnis dijalankan secara profesional dan memiliki mitigasi risiko yang baik.

Perjanjian pendirian bisnis adalah salah satu fondasi utama dalam membangun bisnis yang berkelanjutan. Dengan adanya perjanjian ini, semua pihak memiliki kejelasan mengenai hak dan kewajiban mereka sehingga dapat menjalankan usaha dengan lebih profesional dan minim konflik.

Jangan biarkan bisnis Anda berjalan tanpa fondasi hukum yang kuat. Buat perjanjian pendirian usaha yang sah dan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Jika masih ragu atau memerlukan bantuan dalam penyusunannya, konsultasikan dengan ahli hukum yang dapat membantu Anda memahami setiap aspek dalam perjanjian ini.Butuh bantuan dalam membuat business permit licence? Hubungi Elmar Consultant Business Indonesia untuk solusi bisnis yang lebih aman dan profesional!

Seberapa Penting Perjanjian Pendirian Usaha? Read More »

Breakdown of Business Registration Costs for UMK and Non-UMK

Officially registering a business is a crucial step for any entrepreneur aiming to grow their venture safely and legally. Beyond offering legal protection, business registration also enhances credibility in the eyes of consumers and investors. However, many remain unsure about the costs involved—especially for Micro and Small Enterprises (UMK) and larger-scale businesses (non-UMK).

In this article, we’ll break down the registration costs for both UMK and non-UMK businesses to help you better understand the budget needed for legalizing your venture. Read on for the complete guide!

Business Registration Costs for UMK

Source : Pexels

UMK refers to businesses with capital of less than IDR 5 billion (excluding land and buildings). The Indonesian government has made it easier for micro and small businesses to register officially, offering more affordable costs.

Here are the main cost components for UMK business registration:

  • Business Identification Number (NIB) Registration: Free via the OSS (Online Single Submission) system.
  • Halal Certification for Food and Beverage Products: Free for eligible UMK businesses.
  • Trademark Registration: Starting from IDR 2,490,000 per class for UMK.
  • Deed of Establishment: IDR 1,000,000 to IDR 2,500,000 depending on the notary and region—some areas may charge higher rates.
  • Tax Registration and Company Tax ID (NPWP): Free, but additional fees may apply if using tax consulting services.

The government also offers several incentives for UMK that officially register, such as access to financing and eligibility to participate in government tenders or projects. Therefore, although some costs are incurred, the long-term benefits are substantial.

Be sure to meet all requirements to ensure your business operates smoothly and legally.

Business Registration Costs for Non-UMK

Source : Pexels

Non-UMK businesses are those with capital exceeding IDR 5 billion. Due to their larger scale, the registration process for non-UMK businesses generally involves higher costs and more comprehensive legal requirements.

Key cost components include:

  • Business Identification Number (NIB) Registration: Free via OSS, but additional administrative fees may apply if using a consultant.
  • Trademark Registration: IDR 3,490,000 per class for non-UMK businesses.
  • Deed of Establishment and Company Legalization: Ranging from IDR 5,000,000 to IDR 10,000,000, depending on the complexity of the company.
  • Tax Registration and Company Tax ID (NPWP): Free, but fees may apply for consulting services.
  • Special Business Licenses (e.g., industrial or distribution permits): Varies by sector, typically between IDR 3,000,000 and IDR 10,000,000.

Non-UMK businesses should also budget for additional costs such as environmental permits, industry standard certifications, and other legal compliance requirements. These are essential to ensure uninterrupted operations and avoid legal complications in the future.

The business registration process—whether for UMK or non-UMK—can be complex and time-consuming, especially for those unfamiliar with applicable regulations. However, handling this process is essential to ensure your business operates legally and efficiently.

If you’re feeling overwhelmed, Elmar Consultant Business Indonesia is ready to assist with your business registration costs and the entire legal process, including trademark registration. Contact Elmar now to get professional consultation and make your business legally compliant quickly and easily!

Breakdown of Business Registration Costs for UMK and Non-UMK Read More »

legalitas usaha di Indonesia

Mengenal Legalitas Usaha di Indonesia: Persyaratan, Proses, dan Manfaatnya

Mendirikan bisnis tidak hanya tentang merancang strategi pemasaran atau mencari pelanggan. Salah satu aspek yang sering kali diabaikan, tetapi sangat krusial, adalah legalitas usaha di Indonesia. Tanpa dokumen legal yang lengkap, bisnis Anda bisa mengalami berbagai kendala, mulai dari kesulitan dalam memperoleh pendanaan hingga risiko ditutup oleh pemerintah karena dianggap ilegal.

Untuk memastikan usaha berjalan lancar dan aman, memahami legalitas usaha di Indonesia sangatlah penting. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai persyaratan, proses pengajuan, serta manfaat memiliki izin usaha resmi.

legalitas usaha di Indonesia
Sumber : Envato

Apa Itu Legalitas Usaha di Indonesia?

Legalitas usaha di Indonesia adalah status hukum yang menyatakan bahwa suatu bisnis telah memenuhi semua peraturan dan persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah. Legalitas ini mencakup berbagai dokumen seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan, hingga izin usaha yang sesuai dengan bidang bisnis yang dijalankan.

Dengan memiliki legalitas yang sah, bisnis Anda akan mendapatkan perlindungan hukum, akses pendanaan lebih mudah, serta kepercayaan yang lebih tinggi dari pelanggan maupun investor.

Persyaratan Legalitas Usaha di Indonesia

Setiap usaha yang beroperasi secara resmi harus memiliki sejumlah dokumen legal. Berikut beberapa persyaratan utama yang diperlukan:

  • Akta Pendirian Usaha. Dibuat melalui notaris dan mencakup informasi tentang nama perusahaan, pemilik, bidang usaha, serta struktur organisasi.
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Badan Usaha. Diperlukan untuk memenuhi kewajiban perpajakan bisnis Anda.
  • Nomor Induk Berusaha (NIB). Dapat diperoleh melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan berfungsi sebagai identitas resmi perusahaan.
  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Diperlukan untuk bisnis yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa.
  • Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP). Dokumen yang menyatakan lokasi dan alamat bisnis Anda.
  • Izin Operasional atau Komersial. Dibutuhkan bagi usaha tertentu seperti makanan dan minuman (sertifikat halal, BPOM), industri manufaktur, dan lainnya.

Setiap jenis usaha mungkin memiliki persyaratan tambahan sesuai dengan sektor bisnisnya. Oleh karena itu, penting untuk memahami regulasi yang berlaku sebelum memulai usaha.

Proses Pengajuan Legalitas Usaha di Indonesia

Mengurus legalitas usaha di Indonesia memerlukan beberapa langkah yang harus dilakukan dengan cermat. Prosesnya mencakup:

  • Mengurus NPWP Pemilik atau Badan Usaha. Langkah awal yang harus dilakukan sebelum mendirikan bisnis.
  • Penyusunan Akta Pendirian Usaha. Harus dibuat melalui notaris dan didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan pengesahan
  • Pengajuan NIB melalui OSS. Sistem OSS mempermudah proses perizinan dengan integrasi online.
  • Mengurus Izin Usaha dan Izin Komersial. Jika usaha memerlukan izin tambahan seperti sertifikat BPOM atau PIRT, maka proses ini wajib dilakukan.
  • Mendaftarkan Karyawan ke BPJS dan BP Jamsostek. Untuk memastikan perlindungan tenaga kerja dalam perusahaan Anda.

Setiap tahap di atas harus diselesaikan sesuai prosedur yang berlaku agar bisnis dapat beroperasi tanpa hambatan hukum.

Manfaat Legalitas Usaha di Indonesia

Mengurus legalitas usaha di Indonesia bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi bisnis Anda, di antaranya:

  • Perlindungan Hukum. Dengan memiliki izin resmi, bisnis Anda akan terhindar dari risiko penertiban atau pembongkaran oleh pihak berwenang.
  • Meningkatkan Kredibilitas. Legalitas membuat bisnis Anda lebih profesional dan dapat dipercaya oleh pelanggan serta investor.
  • Kemudahan Akses Pendanaan. Investor atau bank lebih tertarik untuk mendanai bisnis yang telah memiliki izin resmi.
  • Kemudahan Ekspansi Usaha. Jika Anda ingin memperluas bisnis, memiliki legalitas yang sah akan mempermudah pengurusan izin tambahan.

Mengurus perizinan bisnis bisa menjadi proses yang rumit dan memakan waktu. Namun, hal ini memang perlu dilakukan agar usaha Anda berjalan dengan lancar.

Elmar Consultant Business Indonesia siap membantu Anda dalam mengurus legalitas usaha di Indonesia, mulai dari pembuatan akta pendirian hingga perizinan operasional. Hubungi Elmar sekarang dan konsultasikan kebutuhan legalitas usaha Anda!

Mengenal Legalitas Usaha di Indonesia: Persyaratan, Proses, dan Manfaatnya Read More »

7 Requirements for Foreign Investment in Indonesia

Foreign investor interest in business opportunities in Indonesia continues to grow. With a stable economic outlook and a vast market, Indonesia has become a strategic destination for foreign investment. However, before launching a business, there are several foreign investment requirements that must be fulfilled to ensure operations comply with prevailing regulations.

Here are 8 key requirements foreign investors should consider before establishing a business in Indonesia:

1. Establishing a Limited Liability Company (PT) in Indonesia

Source : Pexels

Foreign investors wishing to operate a business in Indonesia must establish a legal entity in the form of a Limited Liability Company (PT). For foreign ownership, the required entity is a Foreign Investment Company (PT PMA).

PT PMA allows foreign investors to hold shares in a business established in Indonesia, with ownership limits varying depending on the business sector.

2. Minimum Investment Capital of IDR 10 Billion

A mandatory requirement for foreign investment is having a minimum investment capital of IDR 10 billion, excluding land and building costs. Additionally, the paid-up capital in the PT PMA must be at least 100% of the stated capital.

This regulation ensures that incoming investments have strong economic capacity and contribute to the growth of Indonesia’s industries.

3. Completing the Required Documents for PT PMA Establishment

Source : Pexels

To establish a PT PMA, foreign investors must prepare several key documents, including:

  • Deed of Incorporation from a notary
  • Approval from the Ministry of Law and Human Rights
  • Business Identification Number (NIB)
  • Business License in accordance with the business field

This process must be carried out formally to ensure business legality and obtain the necessary operational permits in Indonesia.

4. Compliance with Approved Business Sectors

Not all business sectors in Indonesia are open to foreign investment. Some sectors have foreign ownership limits, while others are completely closed. These are regulated under the Presidential Regulation on the Negative Investment List (DNI) or the latest investment priority list.

Thus, it is crucial to ensure that the intended business falls within a sector that is open to foreign investors.

5. Reporting Obligations to BKPM

Source : Pexels

After establishing a PT PMA, foreign investors are required to submit regular reports to the Indonesia Investment Coordinating Board (BKPM). These reports must include investment progress, workforce data, and other operational aspects.

Compliance with this obligation is vital for smooth operations and to avoid administrative sanctions.

6. Adherence to Foreign Manpower Regulations

The use of foreign labor in Indonesia is subject to strict regulations. Every foreign worker employed must have a Foreign Worker Employment Plan (RPTKA) and a Foreign Worker Employment Permit (IMTA).

Additionally, companies are required to prioritize local labor for most positions, except for highly specialized roles that are difficult to fill domestically.

7. Compliance with All Applicable Laws and Regulations

Source : Pexels

Foreign investors must comply with all applicable laws in Indonesia, including those related to taxation, environmental permits, and industry-specific regulations. Adherence to these laws ensures smooth business operations and helps avoid legal risks in the future.

Meeting foreign investment requirements in Indonesia can be complex for those unfamiliar with local regulations. However, completing these steps is essential to ensure your business remains legal and operates efficiently.

Elmar Consultant Business Indonesia is here to support foreign investors in establishing a PT PMA and fulfilling all necessary requirements with ease. Contact Elmar today for professional consultation on PT PMA formation and other foreign investment needs!

7 Requirements for Foreign Investment in Indonesia Read More »

izin tinggal bagi investor

Begini Cara Mengurus Izin Tinggal Bagi Investor Demi Kelancaran Bisnis Anda

Izin tinggal bagi investor adalah salah satu aspek penting dalam menjalankan bisnis di Indonesia, khususnya penanam modal asing. Pemerintah memberlakukan KITAS Investor yang memungkinkan penanam modal asing tinggal dan menjalankan bisnis di Indonesia. Namun, mengurus izin tinggal investor bukan perkara mudah karena ada banyak hal yang harus disiapkan.

Untuk membantu Anda mengurus izin tinggal bagi investor asing, mari simak jenis izin tinggal, proses pengurusan, serta manfaat yang diperoleh, serta tips praktis untuk menangani pengajuannya. 

Mengapa Izin Tinggal Bagi Investor Asing Penting?

izin tinggal bagi investor
Sumber : Pexels

Izin tinggal adalah dokumen yang menunjukkan seorang investor asing telah memenuhi persyaratan hukum untuk menetap sementara sekaligus menjalankan aktivitas bisnis. Lebih lanjut, berikut beberapa alasan mengapa izin tinggal bagi investor asing penting dimiliki.

Faktor legalitas

Investor asing dianggap melanggar peraturan keimigrasian Indonesia jika melakukan aktivitas bisnis tanpa memiliki izin tinggal. Maka, kepemilikan izin tinggal resmi memberi kepastian hukum bagi investor asing saat menjalankan bisnis sehingga mereka dapat fokus pada pengembangan usaha.

Kepatuhan terhadap peraturan

Pemerintah Indonesia menerapkan aturan keimigrasian ketat bagi investor asing. Kepemilikan izin tinggal menunjukkan kepatuhan investor terhadap peraturan yang berlaku sekaligus memperoleh keamanan hukum.

Pengakuan atas kontribusi ekonomi

Investasi asing yang membawa teknologi, lapangan kerja, dan pengembangan ekonomi tentu patut mendapat pengakuan. Pemberian izin tinggal adalah salah satu bentuk apresiasi pemerintah atas kontribusi ekonomi investor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Jenis-jenis Izin Tinggal untuk Investor

izin tinggal bagi investor
Sumber : Pexels

Mengacu pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terdapat beberapa jenis izin tinggal bagi investor asing yang berlaku. Pemilihan jenis izin tinggal disesuaikan dengan profil dan rencana investasi para penanam modal asing, yaitu:

Visa Tinggal Terbatas untuk Penanaman Modal Asing (E28) 

Investor boleh beraktivitas bisnis, investasi, dan mendirikan perusahaan, termasuk menjalani peran sebagai anggota direksi atau dewan komisaris pada perusahaan tempatnya berinvestasi. Masa tinggal berlaku 2 tahun. 

Visa Tinggal Terbatas untuk Penanaman Modal Asing (E28A)

Hak yang dimiliki dan masa tinggal hampir serupa dengan E28, tetapi harus disertai bukti kepemilikan saham minimal Rp10 miliar atau yang setara. 

Visa Tinggal Terbatas sebagai Penanam Modal Asing yang Mendirikan Perusahaan (E28B)

Dengan masa tinggal paling lama 5 atau 10 tahun, investor harus menyertakan jaminan keimigrasian untuk Izin Tinggal PMA 5 tahun dengan nilai investasi minimal US$2.500 dan US$5.000 untuk Izin Tinggal PMA 10 tahun.

Visa Tinggal Terbatas sebagai Penanam Modal Asing Tanpa Mendirikan Perusahaan (E28C)

Penanaman modal dilakukan dalam bentuk pembelian saham perusahaan terbuka, obligasi pemerintah, atau reksadana perusahaan terbuka dengan sejumlah nilai tertentu. Adapun masa tinggal paling lama 5 atau 10 tahun. 

Visa Tinggal Terbatas sebagai Penanam Modal Asing yang Menjabat Direksi atau Komisaris di Anak/Cabang Perusahaan (E28D)

Investor boleh menduduki jabatan anggota direksi atau dewan komisaris pada perusahaan yang hendak didirikan di Indonesia sebagai cabang perusahaan di luar negeri. Nilai investasi minimal US$25.000 dan US$50.000 dengan masa tinggal paling lama 5 atau 10 tahun. 

Visa Tinggal Terbatas sebagai Penanam Modal Asing yang Menjabat Direksi atau Komisaris di Anak/Cabang Perusahaan dalam Ibu Kota Nusantara (E28F)

Ketentuan masa tinggal dan besar nilai investasi sama dengan E28D, tetapi lokasi perusahaan yang dimaksud berada di kawasan IKN.

Visa Tinggal Terbatas sebagai Penanam Modal Asing di Kawasan Ekonomi Khusus (E28E)

Berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus dengan masa tinggal 5 atau 10 tahun, serta harus menunjukkan bukti kepemilikan saham minimal Rp10 miliar. 

Proses Pengurusan Izin Tinggal

izin tinggal bagi investor
Sumber : Pexels

Pengurusan izin tinggal bagi investor asing memerlukan serangkaian langkah dengan persyaratan dokumen yang tak sedikit. Apa saja yang harus dilakukan?

Menyiapkan salinan dokumen dari organisasi sponsor

Ini mencakup dokumen pendirian perusahaan, antara lain:

  • Anggaran dasar dan akta pendirian perusahaan yang telah disahkan kementerian terkait
  • NIB perusahaan dan izin usaha
  • NPWP badan usaha dan Keterangan Status Wajib Pajak (KSWP), serta Surat Domisili Usaha
  • Laporan kegiatan usaha
  • ITAS dan paspor direktur atau KTP direktur lokal
  • NPWP dan KSWP direktur lokal.

Menyiapkan dokumen investor

Investor asing harus menyiapkan dokumen ini saat pengajuan izin tinggal.

  • Paspor yang masih berlaku
  • Pas foto digital 4×6
  • Catatan vaksinasi
  • Alamat domisili
  • Hasil pindai visa terkini jika pengajuan dilakukan di dalam negeri.

Mengajukan aplikasi izin tinggal

Saat ini pengajuan aplikasi izin tinggal dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  • Proses offshore, jika investor berada di luar Indonesia bisa mengajukan melalui sistem visa online.
  • Proses onshore, berbekal surat usulan dari BKPM dan semua prosedur dilakukan di kantor layanan imigrasi terdekat.

Durasi pengurusan izin tinggal bagi investor rata-rata selesai dalam 4 minggu atau lebih. Maka, pastikan semua dokumen sudah lengkap dan jelas untuk memperlancar proses aplikasi.

Manfaat Mengurus Izin Tinggal bagi Investor

izin tinggal bagi investor
Sumber : Pexels

Selain memperoleh kepastian hukum dan keamanan bisnis, memiliki izin tinggal resmi juga menguntungkan investor dalam hal berikut.

Menjalankan aktivitas bisnis dengan leluasa

Termasuk berbagai aktivitas terkait bisnis, investasi, pendirian perusahaan, hingga mengawasi proses produksi barang/jasa di perusahaan yang didirikannya.

Membawa keluarga tinggal di Indonesia

Investor boleh membawa keluarga untuk ikut tinggal di Indonesia asalkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan keimigrasian.

Masuk dan keluar wilayah Indonesia 

Selama Izin Masuk Kembali masih berlaku, investor asing dapat melakukan perjalanan masuk dan keluar Indonesia tanpa harus repot mengurus visa setiap kali bepergian. Hal ini tentu menunjang kepentingan investor terkait pertemuan bisnis, negosiasi, dan kegiatan ekspansi usaha.

Mengakses layanan dan fasilitas publik

Izin tinggal resmi juga membantu investor mengakses berbagai layanan dan fasilitas publik, mulai dari perbankan, kunjungan wisata, hingga pendidikan bagi keluarga. Kemudahan akses tersebut tentu mendukung operasional bisnis sekaligus meningkatkan kualitas hidup investor saat tinggal di Indonesia.

Tips Mengurus Izin Tinggal Investor

Mengurus izin tinggal bagi investor asing memang kompleks. Beberapa tips berikut dapat membantu Anda agar prosesnya berjalan lancar. 

  • Pahami regulasi terbaru karena peraturan keimigrasian dan investasi di Indonesia dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
  • Siapkan dokumen secara lengkap dan akurat sehingga mempercepat proses verifikasi di kantor imigrasi.
  • Lakukan pengajuan secara bertahap dan teliti untuk menghindari kendala administratif.
  • Persiapkan dana dan waktu yang cukup agar tidak mengganggu operasional bisnis utama.
  • Gunakan jasa konsultan bisnis tepercaya yang menyediakan layanan pengurusan visa investor.

Memiliki izin tinggal bagi investor asing merupakan suatu keharusan. Selain mematuhi persyaratan hukum, langkah ini juga mendukung kelancaran operasional bisnis Anda di Indonesia.

Izin tinggal resmi pun memperkuat komitmen investor asing dalam menghormati peraturan sekaligus menunjukkan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Di sisi lain, kepemilikan visa investor juga memberikan rasa aman, kredibilitas tinggi, serta kemudahan akses terhadap berbagai fasilitas dan layanan di Indonesia.

Jika Anda bingung harus mulai dari mana, Elmar Konsultan Bisnis Indonesia menawarkan pendampingan profesional dalam pengurusan izin tinggal bagi investor. Konsultasikan kebutuhan Anda di sini sekarang juga!

Begini Cara Mengurus Izin Tinggal Bagi Investor Demi Kelancaran Bisnis Anda Read More »

Procedure for Establishing a Foreign Investment Company (PMA) That Soon-to-be Entrepreneurs Must Know

Indonesia is one of the countries that attract foreign investors to conduct business. However, for entrepreneurs wishing to establish a company with foreign capital or a Foreign Investment Limited Liability Company (PT PMA), there are a series of establishment procedures that must be fulfilled to ensure the business operates legally and in accordance with regulations.

From documentation to licensing, the following are the steps that must be carried out in the procedure for establishing a PMA in Indonesia.

Ensuring Completeness of Documents

Source : Pexels

Before applying for the establishment of a PT PMA, ensure that all required documents are complete. The main documents required include:

  • Shareholders’ identification card (for Indonesian citizens) or passport (for foreign nationals)
  • Shareholders’ Taxpayer Identification Number (NPWP)
  • Deed of establishment of the company
  • Business domicile certificate
  • Cooperation agreement (if there is more than one investor)
  • Residential address (abroad)
  • Email
  • Phone number

These documents must be prepared and adjusted in accordance with applicable provisions so that the registration process runs smoothly.

Meeting Investment and Capital Requirements

PT PMA is subject to specific provisions concerning investment and capital that must be met. These requirements include:

  • A minimum capital of IDR 10 billion per business sector
  • At least 25% of the capital must be paid up before the PT PMA can be registered
  • The selected business sector must comply with the Negative Investment List (DNI), which regulates sectors open to foreign investment

Understanding these capital regulations will assist investors in preparing their business funding strategies.

PT PMA Must Have a Business Identification Number (NIB) and Other Business Licenses

Source : Pexels

The Business Identification Number (NIB) is a basic corporate identity issued through the OSS (Online Single Submission) system. This NIB serves as:

  • Company Registration Certificate (TDP)
  • Importer Identification Number (API), if the company engages in import activities
  • Access to licenses to operate in Indonesia

In addition to the NIB, a PT PMA must also have business licenses appropriate to its field, such as an industrial license, environmental license, or other specific licenses depending on the business sector.

Completing Required Special Licenses

Certain types of business in Indonesia require additional licensing. For example:

  • Businesses in the food and beverage sector require a BPOM license
  • Property or construction businesses require a license from the Ministry of Public Works and Housing (PUPR)
  • Financial-related businesses require a license from the Financial Services Authority (OJK)

Ensuring that all special licenses have been obtained will help avoid legal issues in the future.

Other Requirements: Principal License, Investment, and Capital Registration

Source : Pexels

In addition to the main documents and licenses, foreign investors must also obtain a principal license from the Indonesia Investment Coordinating Board (BKPM). This license signifies government acknowledgment of the foreign investment. The steps in the investment registration process include:

  • Submitting a principal license application through OSS
  • Presenting an investment plan and business feasibility
  • Paying initial capital as required
  • Registering capital ownership with the Ministry of Law and Human Rights

With the principal license approved, the PT PMA may proceed to the operational stage.

Licensing Procedure for PT PMA at BKPM

BKPM is the institution responsible for regulating foreign investment in Indonesia. The PT PMA licensing process through BKPM includes:

  • Submission of the Deed of Establishment of PT PMA to a notary
  • Registration with the Ministry of Law and Human Rights to obtain legal entity status
  • Application for NIB through OSS
  • Company tax and NPWP registration
  • Application for business license according to the business field

Once all stages are completed, the PT PMA may officially commence operations and conduct business in its respective field.

The procedure for establishing a PMA in Indonesia requires compliance with document, capital, licensing requirements, and registration with BKPM and OSS. By understanding all these stages, investors can ensure that their business operates according to regulations and grows in the Indonesian market.

If you require assistance in the process of establishing a PMA, Elmar Consultant Business Indonesia is ready to assist at every stage of licensing and business legality. Contact us now for further consultation!

Procedure for Establishing a Foreign Investment Company (PMA) That Soon-to-be Entrepreneurs Must Know Read More »

Latest Foreign Investment Regulation: Impacts, Opportunities, and Challenges for Investors

Foreign investment plays a vital role in driving Indonesia’s economic growth. In order to attract more investors and enhance competitiveness, the government regularly updates its Foreign Direct Investment (FDI) regulations. The latest PMA regulation aims to foster a more conducive investment climate, streamline the licensing process, and unlock opportunities in various strategic sectors.
However, these regulatory changes also present challenges that investors need to understand. What are the newly implemented policies and how do they impact the investment landscape in Indonesia? Find the detailed overview below.


Changes in Indonesia’s Foreign Investment Regulation

Source : Pexels

Indonesia continues to update its investment regulations to establish a more business-friendly environment. For foreign investors, understanding the latest PMA regulations is essential before initiating or expanding business operations in the country. The Indonesian government has been actively reforming its policies to improve the nation’s competitiveness as a global investment destination.
One of the most impactful changes is the Omnibus Law (Job Creation Law) and its derivatives, which govern foreign investment through simplified licensing and a revised negative investment list. Nevertheless, despite the convenience introduced, there are also risks and challenges investors must consider prior to investing.


Key Highlights of the Latest PMA Regulation

Source : Pexels

The Indonesian government has implemented several significant changes to the current PMA regulations. What are the main points investors should take note of?

Simplified Licensing

With the introduction of the Online Single Submission (OSS) system, business licensing processes have become faster and more transparent. Investors can now apply for business permits digitally, avoiding lengthy bureaucratic procedures.
Alternative: “…eliminating the need for time-consuming bureaucratic steps.”

Revisions to the Negative Investment List (DNI)

Previously restricted sectors have now been opened up to greater foreign investment. Several strategic sectors—such as renewable energy, technology, and infrastructure—are now more accessible to foreign investors.

Minimum Capital Requirements

While the government still enforces a minimum capital requirement of IDR 10 billion for foreign investments, there is now greater flexibility for certain strategic sectors and tech-based startups.

Tax Incentives and Fiscal Support

Priority sectors benefit from various tax incentives, such as tax holidays and tax allowances, aimed at attracting high-quality investments into Indonesia.

These changes have had a significant impact on foreign investors—offering both advantages and challenges in their application.


Impacts of the New Regulation on Foreign Investors

Source : Pexels

The latest PMA regulations bring considerable implications for foreign investors—some beneficial, others more complex. What are the key takeaways?

Improved Ease of Doing Business

Thanks to faster licensing and clearer regulatory frameworks, foreign investors can now establish operations more efficiently. The simpler process is expected to boost the number of investors in the coming years.

New Opportunities in Strategic Sectors

With updates to the negative investment list, sectors that were previously off-limits are now open—offering immense potential for foreign capital in high-growth areas.

Intensifying Competition

More investor-friendly regulations also mean fiercer competition across several industries. To stay competitive, investors must develop robust, long-term strategies.


Emerging Opportunities for Foreign Investors

With the enactment of the new PMA regulations, several sectors in Indonesia have become increasingly attractive to foreign investors, including:

  • Technology and Startups: Regulatory changes now allow greater foreign funding access for tech startups without major hurdles.
  • Renewable Energy: As Indonesia ramps up its clean energy agenda, opportunities in this sector are rapidly expanding.
  • Infrastructure and Real Estate: With ongoing development projects, foreign investors have more entry points into construction and property sectors.
  • Manufacturing and Industry 4.0: The government promotes high-tech manufacturing, opening the door for investment in automation and digital transformation.

Challenges and Barriers in Regulatory Implementation

While the new PMA regulations offer multiple benefits, foreign investors may still face several practical challenges, such as:

  • Legal Uncertainty: Despite updated regulations, sudden policy shifts and varying interpretations at regional levels remain significant risks.
  • Bureaucratic and Administrative Hurdles: Although OSS aims to simplify licensing, technical difficulties and inconsistencies in the field may hinder smooth execution.
  • Skilled Labor Competition: Rising investment inflows increase the competition for qualified local talent. Investors must strategize to attract and retain the best human capital.

Strategies for Adapting to the New PMA Regulations

Source : Pexels

To succeed amid regulatory shifts, foreign investors can adopt several strategic approaches, including:

Conducting Legal Research and Seeking Professional Consultation

Before committing capital, investors should gain a comprehensive legal understanding of the PMA framework. Collaborating with professional firms—such as Elmar Consultant Business Indonesia—can help mitigate unnecessary risks.

Forming Partnerships with Local Entities

Establishing strategic alliances with local partners can provide better market insight and help overcome regulatory barriers.

Maximizing Tax Incentives and Government Policies

Take full advantage of available incentives, such as tax holidays, to optimize investment efficiency and minimize financial burden.

Developing Long-Term Investment Strategies

By aligning with market trends and policy developments, investors can formulate more resilient and profitable long-term plans.


Future Outlook for Foreign Investment in Indonesia

Looking ahead, the outlook for foreign investment in Indonesia remains highly promising. The latest PMA regulation is expected to further stimulate FDI inflows, while the government remains committed to fostering a competitive and investor-friendly business climate.
For foreign investors planning to enter the Indonesian market, staying updated with regulatory changes and adapting business strategies accordingly are vital steps toward success. With thorough preparation and support from experienced consultants, investors can seize emerging opportunities and navigate challenges with confidence.

Need further guidance on investment regulations in Indonesia?
Elmar Consultant Business Indonesia is ready to assist you. With a team of seasoned professionals, we offer tailored solutions to ensure your investment journey is smooth and compliant.
Contact Elmar Consultant Business Indonesia today and take the first step toward successful foreign investment!

Latest Foreign Investment Regulation: Impacts, Opportunities, and Challenges for Investors Read More »

Biaya Registrasi Bisnis

Rincian Biaya Registrasi Bisnis UMK dan Non-UMK

Mendaftarkan bisnis secara resmi merupakan langkah penting bagi setiap pengusaha yang ingin mengembangkan usahanya dengan aman dan legal. Selain memberikan perlindungan hukum, registrasi bisnis juga meningkatkan kredibilitas di mata konsumen dan investor. Namun, masih banyak yang bingung mengenai biaya registrasi bisnis, terutama bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta bisnis skala lebih besar (non-UMK).

Dalam artikel ini, kita akan membahas rincian biaya registrasi bisnis baik untuk UMK maupun non-UMK agar lebih memahami anggaran yang dibutuhkan untuk legalisasi usaha. Simak selengkapnya sampai tuntas, ya!

Rincian Biaya Registrasi Bisnis UMK

Biaya Registrasi Bisnis
Sumber : Pexels

UMK merupakan istilah yang merujuk pada bisnis yang memiliki modal kurang dari Rp5 miliar (tidak termasuk tanah dan bangunan). Bagi pelaku usaha mikro dan kecil ini, pemerintah telah memberikan kemudahan dalam proses registrasi bisnis dengan biaya yang lebih terjangkau. 

Berikut adalah beberapa komponen utama yang perlu diperhitungkan dalam biaya registrasi bisnis UMK:

  • Pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB). Biaya pendaftaran NIB bisa didapatkan secara gratis melalui sistem OSS (Online Single Submission).
  • Sertifikat Halal bagi Produk Makanan dan Minuman. Gratis untuk UMK yang memenuhi syarat tertentu.
  • Biaya Pendaftaran Merek Dagang. Mulai dari Rp2.490.000 per kelas untuk UMK
  • Pembuatan Akta Pendirian Usaha. Rp1.000.000 hingga Rp2.500.000 tergantung notaris dan wilayah. Beberapa wilayah mungkin menetapkan tarif yang lebih tinggi ketimbang daerah lainnya.
  • Pendaftaran Pajak dan NPWP Perusahaan. Gratis, tetapi Anda perlu memperhitungkan biaya jasa konsultan pajak jika dibutuhkan.

Pemerintah juga memberikan berbagai insentif bagi UMK yang melakukan registrasi resmi, seperti akses ke pembiayaan dan kemudahan dalam mengikuti tender atau proyek pemerintah. Oleh karena itu, meskipun ada biaya yang dikeluarkan, manfaat yang diperoleh jauh lebih besar. 

Jadi, pastikan untuk memenuhi semua persyaratan yang diminta untuk memastikan bisnis Anda berjalan lancar.

Rincian Biaya Registrasi Bisnis Non-UMK

Biaya Registrasi Bisnis
Sumber : Pexels

Berkebalikan dengan UMK, bisnis non-UMK adalah bisnis yang memiliki nilai modal di atas Rp5 miliar. Karena skala bisnisnya lebih besar dari UMK, biaya registrasi bisnis non-UMK umumnya lebih tinggi karena mencakup lebih banyak aspek legalitas. Berikut adalah beberapa biaya utama yang perlu diperhitungkan:

  • Pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB). Gratis melalui OSS, tetapi bisa memerlukan biaya administrasi tambahan jika menggunakan jasa konsultan.
  • Pendaftaran Merek Dagang. Rp3.490.000 per kelas untuk perusahaan skala non-UMK.
  • Pembuatan Akta Pendirian dan Pengesahan PT. Mulai dari Rp5.000.000 hingga Rp10.000.000 tergantung kompleksitas perusahaan.
  • Pendaftaran Pajak dan NPWP Perusahaan. Gratis, tetapi ada biaya jasa konsultan pajak jika dibutuhkan.
  • Izin Usaha Khusus (seperti izin industri atau distribusi). Bervariasi tergantung sektor usaha, berkisar antara Rp3.000.000 hingga Rp10.000.000.

Bisnis non-UMK juga perlu mempertimbangkan biaya tambahan seperti perizinan lingkungan, sertifikasi standar industri, dan biaya kepatuhan hukum lainnya. Semua ini penting untuk memastikan bahwa bisnis dapat beroperasi tanpa kendala hukum di masa depan.

Proses registrasi bisnis, baik untuk UMK maupun non-UMK, bisa terasa rumit dan memakan waktu jika Anda tidak familier dengan regulasi yang berlaku. Namun, Anda perlu mengurusnya agar bisnis Anda tetap legal dan lancar.

Jika Anda bingung dan kesulitan mengurusnya, Elmar Consultant Business Indonesia siap membantu Anda dalam mengurus biaya registrasi bisnis dan seluruh proses legalitas usaha, termasuk trademark registration. Hubungi Elmar sekarang untuk mendapatkan konsultasi profesional dan jadikan bisnis Anda legal dengan mudah dan cepat!

Rincian Biaya Registrasi Bisnis UMK dan Non-UMK Read More »

Syarat Investasi Asing

7 Syarat Investasi Asing yang Perlu Dipenuhi

Ketertarikan investor asing terhadap peluang bisnis di Indonesia terus meningkat. Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pasar yang luas, Indonesia menjadi tujuan strategis bagi investasi asing. Namun, sebelum memulai bisnis, ada beberapa syarat investasi asing yang harus dipenuhi agar usaha dapat berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Berikut adalah 8 syarat investasi asing yang perlu Anda perhatikan sebelum mendirikan bisnis di Indonesia.

1. Mendirikan Perseroan Terbatas (PT) di Indonesia

Syarat Investasi Asing
Sumber : Pexels

Investor asing yang ingin menjalankan bisnis di Indonesia harus mendirikan badan hukum berupa Perseroan Terbatas (PT). Namun, untuk kepemilikan asing, bentuk perusahaan yang harus dibuat adalah PT Penanaman Modal Asing (PT PMA). 

PT PMA memungkinkan investor asing memiliki saham dalam bisnis yang didirikan di Indonesia, dengan batas kepemilikan yang bervariasi sesuai sektor usaha.

2. Memiliki Modal Investasi Minimum Rp10 Miliar

Salah satu syarat investasi asing yang wajib dipenuhi adalah memiliki modal investasi minimum sebesar Rp10 miliar, di luar tanah dan bangunan. Selain itu, modal disetor dalam PT PMA minimal 100% dari total modal yang telah ditentukan. 

Ketentuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa investasi yang masuk memiliki kapasitas ekonomi yang kuat dan berkontribusi pada pertumbuhan industri di Indonesia.

3. Melengkapi Dokumen Pendirian PT PMA

Syarat Investasi Asing
Sumber : Pexels

Untuk mendirikan PT PMA, investor asing harus menyiapkan dokumen pendirian. Dokumen-dokumen tersebut mencakup:

  • Akta Pendirian PT dari notaris
  • Pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM
  • Nomor Induk Berusaha (NIB)
  • Surat Izin Usaha yang sesuai bidang usaha.

Proses ini harus dilakukan secara resmi untuk memastikan legalitas usaha dan mendapatkan izin beroperasi di Indonesia.

4. Mematuhi Bidang Usaha yang Diizinkan

Tidak semua sektor usaha di Indonesia terbuka untuk investor asing. Beberapa bidang usaha memiliki batasan kepemilikan asing atau bahkan tertutup bagi investasi asing. Daftar ini diatur dalam Peraturan Presiden tentang Daftar Negatif Investasi (DNI) atau daftar prioritas investasi terbaru. 

Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa bisnis yang akan dijalankan termasuk dalam bidang usaha yang diperbolehkan.

5. Kewajiban Pelaporan kepada BKPM

Syarat Investasi Asing
Sumber : Pexels

Setelah mendirikan PT PMA, investor asing diwajibkan untuk melakukan pelaporan berkala kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Laporan ini mencakup perkembangan investasi, jumlah tenaga kerja, serta aspek operasional lainnya. Kepatuhan terhadap kewajiban ini penting agar bisnis tetap berjalan sesuai aturan dan terhindar dari sanksi administratif.

6. Mematuhi Regulasi Tenaga Kerja Asing

Penggunaan tenaga kerja asing dalam bisnis di Indonesia memiliki aturan yang ketat. Setiap tenaga kerja asing yang dipekerjakan harus memiliki Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Selain itu, perusahaan juga diwajibkan untuk mengutamakan tenaga kerja lokal dalam berbagai posisi kerja, kecuali untuk keahlian tertentu yang sulit ditemukan di dalam negeri.

7. Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan

Syarat Investasi Asing
Sumber : Pexels

Sebagai investor asing, kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku di Indonesia adalah suatu keharusan. Ini mencakup aspek perpajakan, perizinan lingkungan, dan aturan spesifik yang berlaku dalam sektor industri tertentu. Dengan mematuhi regulasi ini, perusahaan dapat beroperasi dengan lancar dan menghindari risiko hukum di kemudian hari.

Proses memenuhi syarat investasi asing di Indonesia bisa terasa rumit bagi investor yang belum familier dengan regulasi lokal. Akan tetapi, pengurusan ini perlu dilakukan agar bisnis bisa tetap legal dan berjalan lancar.

Elmar Consultant Business Indonesia hadir untuk membantu investor asing dalam mendirikan PT PMA dan memastikan seluruh persyaratan dipenuhi dengan mudah. Hubungi Elmar sekarang untuk mendapatkan konsultasi profesional lainnya terkait pendirian PT PMA dan kebutuhan investasi asing lainnya!

7 Syarat Investasi Asing yang Perlu Dipenuhi Read More »